Sensitivitas Cahaya

Matahari membuat kita semua mengejapkan mata—sebuah fenomena yang secara medis dikenal sebagai fotofobia, yang secara harfiah berarti “takut terhadap cahaya.” Tetapi jika Anda mengangkat tangan untuk menaungi mata Anda atau memakai kacamata hitam Anda lebih sering daripada sebelumnya dan Anda juga sensitif terhadap cahaya di dalam ruangan, fotofobia yang Anda alami mungkin menandakan sejumlah kondisi. Sensitivitas cahaya lebih umum terjadi pada orang-orang bermata biru dan penderita migrain daripada orang-orang lain.

Fotofobia bisa menandakan gangguan-gangguan mata semacam katarak, terlepasnya retina, dan abrasi kornea. Itu juga bisa jadi reaksi terhadap obat-obatan semacam tetrasiklin, doksisiklin, belladonna, dan bahkan kina, atau itu mungkin tanda defisiensi vitamin B2. Sensitivitas cahaya bisa pula menjadi tanda yang mengungkapkan bahwa seseorang telah menyalahgunakan alkohol, kokain, amfetamin, atau jenis-jenis narkoba lain.
Kadang-kadang fotofobia menandakan beberapa kondisi yang serius namun bisa diobati—semacam campak, hipertensi, dan penyakit Graves dan juga penyakit-penyakit yang berpotensi mengancam jiwa seperti meningitis, ensefalitis, botulisme, rabies, dan keracunan merkuri. Namun, jika Anda menderita salah satu penyakit mematikan ini, Anda pasti akan mengalami tanda-tanda yang lain, yang jauh lebih serius, selain sensitif terhadap cahaya.
Pustaka
Body Signs Oleh Joan Liebmann-Smith, Ph.D., Jacqueline Nardi Egan

Comments